Bayi Kuning - Pengalaman Ketika Anak Saya Baru Lahir


Dari subah forum diskusi tentang bayi kuning akhirnya saya ingat kondisi anak saya waktu baru lahir dulu. Bayi kami lahir memiliki kelainan pada pernafasan, sehingga dokter / suster rumah sakit bersalin memberi bantuan oksigen selam 24 jam. Awalnya saya sebagai orang tua tentu sangat cemas dengan hal itu, hingga saya berkali-kali bertanya pada dokter dan juga suster perawat. Bahkan hampir tiap jam saya mengintip ke dalam ruang incubator.  Anak kami di beri bantuan pernapasan dengan oksigen kata dokter karena dia meringis atau hidungnya kembang –kempis ketika bernafas, itu tana pernapasannya kurang lancar. Alhamdulillah setelah beberapa lama  mulai normal seperti bayi lainnya yang ada di ruangan incubator, dan esok harinya dokter menyarankan agar oksigenya dilepas saja.

Kecemasan tidak berakhir di sana saja, pada pemeriksaan dokter keesokan harinya bayi saya dikatakan kuning, dan dokter meminta izin untuk memeriksa sampel darahnya. Saya memberikan izin pada dokter dengan mengatakan “lakukan yang terbaik dok”.  Untuk menenangkan saya dokter tersebut menceritakan tentang kondisi ini.

Bayi kuning itu bisa saja karena beberapa hal diantaranya:
  • Tingkat bilirubin yang tinggi, hal ini bisa terjadi karena jantung belum berfungsi secara sempurna. Dengan pemberian asi secara dini dan teratur bilirubin ini akan pecah dan tingkatnya akan menurun.
  • Golongan darah anak bayi tidak sesuai dengan golongan darah ibunya, hal ini juga bisa menyebabkan kuning.
Esok harinya setelah pemeriksaan darah dilakukan ternyata bayi kami golongan darahnya sama dengan ibunya. Jadi kondisi kuning itu biasa saja dan dianggap normal, saya sangat bersyukur dengan hasil tes darah ini.

Anjuran dokter setelah kami pulang dari rumah sakit bersalin agar kuning pada bayi cepat hilang diantaranya adalah:
  1. Harus diberi asi sesering mungkin, dan usahakan jangan memakai susu formula.
  2. Anak dijemur setiap hari dibawah sinar matahari selama selama 5 menit sebelum jam 9 pagi.

Kedua saran tersebut benar-benar sangat membantu, karena kondisi sikecil menjadi terlihat lebih memerah seiring pertambahan waktu. Saya biasanya menjemur anak setelah mandi pagi, cara memandikannya bida dilihat disini. Bayi dijemur tetap menggunakan baju, hanya saja kancing bajunya dilepas dan tanpa gurita. Hal ini saya lakukan agar  tidak masuk angina, sebab umurnya saat itu baru 2 minggu. Itulah pengalaman saya tentang bayi kuning, semoga bisa membantu dan bermanfaat buat kita semua.  Anjuran saya apapun  kelainan pada anak sebaiknya konsultasikan dengan dokter.


Related Post

Tidak ada komentar: